Konsentrat Ayam Pedaging

Konsentrat ayam pedaging pada umumnya berbeda dengan konsentrat ayam petelur dalam hal kandungan nutirisnya. Karena pemeliharaan ayam pedaging untuk di manfaatkan dagingnya dan petelur diambil telurnya. Selain dari pakan komersial jadi pabirkan pakan ternyata juga menyediakan pakan konsentrat untuk ayam broiler meski tidak sebanyak ayam petelur.

Dari yang kami telusuri ternyata penggunaan konsentrat pada ayam pedaging ternyata sangat sedikit sekali, bahkan untuk jenis usaha kemitraan ayam pedaging tidak pernah di jumpai penggunaan konsentrat dalam pemberian ke peternak, yang ada adalah pakan jadi.

Penggunaan konsentrat pada ayam pedaging umumnya di pakai oleh peternak mandiri dan beberapa ternak ayam pedaging seperti Joper, KUB, Pejantan dan lainnya, dimana ini bisa menghemat biaya pakan, sedangkan pada kemitraan mereka yang justru lebih senang menggunakan pakan jadi dikarenakan penggunaannya yang lebih simpel dan tidak memberatkan peternak hingga bisa fokus di manajemen pemeliharaan.

Perbedaan Konsentrat Ayam Petelur dan Pedaging

Jika dilihat dari kandungan dan kebutuhannya, perbedaan yang paling mencolok adalah di kandungan, dimana konsentrat ayam pedaging memiliki kandungan protein yang lebih besar karena untuk mendapatkan daging yang banyak dibutuhkan protein untuk membentuknya.

Sedangkan pada ayam petelur yang produksi, protein tidak terlalu di butuhkan akan tetapi ayam petelur lebih membutuhkan  sumber energi. Perbedaan lainnya terdapat pada jumlah pabrikan yang memproduksinya, dimana jika ayam petelur hampir semua pabrik pakan yang memproduksi konsentrat petelur, tetapi untuk konsentrat ayam pedaging tidak semuanya menyediakannya,

Pabrik Penjual Konsentrat Ayam Pedaging

Konsentrat Ayam Pedaging

Yang paling di kenal dan banyak di gunakan untuk konsentrat pedaging adalah merk dari perusahaan pabrikan pakan Charoen Pokphand dengan nomor kode 112, sementara untuk pabrikan pakan Japfa sendiri jika melihat dari brosurnya tidak memiliki konsentrat untuk pedaging.

Harga Konsentrat Ayam Pedaging 112

Konsentrat ayam pedaging 112 sendiri dijual dalam bentuk kiloan ataupun dalam bentuk 50 kg. Dimana harga perkarungnya dengan takaran 50 kg pada bulan Oktober tahun lalu berkisar di angka Rp. 450.000 sedangkan untuk beli perkilonya biasanya lebih mahal Rp. 19.000- 25.000/kgnya yang berarti bisa mencapai Rp. 950.000/50 kgnya untuk beli harga kiloannya.

Pemberian Konsentrat Ayam Pedaging

Konsentrat Ayam Pedaging

Untuk pemberian konsentrat ayam pedaging ini kita tidak bisa memberikan full selurhnya adalah konsentrat karena kandungan dari protein konsentrat yang tinggi justru malah akan terbuang nantinya dan akan tidak termanfaatkan lebih untuk tubuh dan perkembangan ayam.

Biasanya dengan pemberian yang berlebih dari kebutuhan nutrisi ayam bisa ditandai dengan :

  • Kotoran ayam yang menjadi lebih basa,
  • Kandang jadi lebih bau karena kotoran yang basa dan encer.

Formulasi Campuran Bahan Pakan dan Konsentrat Ayam Pedaging

Konsentrat ini bisa diberikan pada ayam pedaging seperti joper, kub, pejantan dan jenis ayam pedaging lainnya, Tentunya untuk campuran pakannya dan penambahan pakan lainnya bisa berbeda karena kebutuhan nutrisi pakan ayamnya berbeda-beda.

Tetapi secara umum bisa menggunakan campuran seperti dibawah ini:

  1. Konsentrat 35%.
  2. Jagung Giling 55%
  3. Dedak 10%.

Dimana untuk pemberian konsentrat batas atasnya adalah di angka 40% untuk campuran pakannya.

Konsentrat Dan Pakan Jadi, Lebih Murah Mana?

Yang pertama tentunya akan lebih murah konsentrat dibandingkan dengan pakan jadi, tetapi dengan syarat bahan penyusun konsetrat lainnya seperti jagung dan dedak tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Pada awal tahun ini saja sudah banyak kenaikan yang dilakukan pabrik pakan meski tidak berbarengan tetapi mereka serentak menaikkan pakan hingga membuat peternak harus mencari solusi alternatif penggantinya untuk bisa menekan harga produksi dan mendapatkan keuntungan dari harga jual ayam contohnya harga ayam broiler atapun harga ayam pejantan.

Pakan jadi, adalah pakan yang diberikan full yang sudah di hitung perbandingan pembentuknya untk mencukupi kebutuhan nutrisi tanpa harus ada tambahan lain yang peternak masukkan. Hal ini yang menyebabkan pakan jadi menjadi lebih mahal, karena diberikan langsung habis dan tidak bisa campur.

Berbeda dengan pakan konsentrat yang dimana akan bisa lebih hemat seperti membagi 2 bahkan 3 karung dari yang semula 1 karung pakan, dimana jika peternak memiliki kebun jagung sendiri tentu akan lebih murah lagi. Hal ini lah yang membuat peternak mandiri lebih banyak menggunakan konsentrat. Meski begitu, tidak banyaknya produksi konsentrat ayam pedaging membuat pakan ini rawan untuk di monopoly dari harganya yang tidak stabil.

Leave a Reply