Kambing Saanen Perah Terbaik

Kambing saanen adalah kambing perah dengan kualitas baik yang memiliki harga masih relatif mahal, maka dari itu kepopuleran sanen masih kalah dengan peranakan etawa sebagai sesama kambing perah. Dimana karena mahalnya kambing ini kemudian disilangkan ke sesama kambing perah dimana jantannya adalah saaneen dan betinanya adalah pe yang kemudian menghasilkan kambing bernama sapera.

kambing saanen asli

Jika domba dorper adalah domba pedaging terbaik di dunia maka kambing saneen adalah salah satu kambing perah unggul di dunia. Anakan saanen dan PE menghasilkan produksi susu yang lebih tinggi dari PE tetapi tidak lebih banyak dari saanen, dimana produksi susu PE bisa menghasilkan susu hingga 1-2 liter/hari.

Kelebihan Kambing Saneen

  • Produksi susu sanen tinggi bisa mencapai hingga 4 liter/hari.
  • Masa laktasi bisa mencapai 9-10 bulan atau 300 hari.
  • Performance saneen lebih kecil dari PE sehingga jumlah pakan lebih sedikit dari PE tetapi produksi lebih tinggi.
  • Umur untuk kawin pertama kali lebih cepat dimana ini sejalan dengan lebih cepatnya dewasa kelamin dan dewasa tubuh pada saanen.
  • Kandungan lemak dalam susunya lebih rendah di banding PE.

Performance saaneen lebih kecil hal ini juga disebabkan karena ukuran tubuh saanen lebih kecil dari kambing PE, baik PE dari kaligesing maupun PE senduro. Kambing saneen sendiri diambil dari nama tempat kelahirannya yaitu di daerah Swiss, Eropa dimana di sana termasuk kedalam daerah pegunungan yang bersuhu dingin.

 

kambing saanen

Agar bisa memproduksi optimal di wilayah Indonesia yang cenderung tropis maka saanen di kawin silangkan hingga F4 pada kambing PE untuk mendapatkan dan memiliki ketahanan terhadapa iklim di Indonesia dengan produksi yang tetap optimal. Karena kambing ini memiliki kepekaan tinggi terhadap matahari.

Ciri-ciri Kambing Saanen

  • Kambing sanen pejantan memiliki tanduk panjang yang mengarah ke atas.
  • Ukuran tubuh lebih kecil dari etawa.
  • Memiliki sifat yang lebih tenang.
  • Bulu disekitar badan berwarna putih.
  • Bulu pada kaki berwarna putih.
  • Memiliki janggut baik betina dan jantan.
  • Telingan kambing saanen tegak dan tidak turun kebawah.
  • Memiliki dua anting-angting di dekat leher di bawah mulut.

Kambing saanen yang dikawinsilangkan pun masih akan memiliki ciri-ciri dari kambing saanen seperti diatas, hanya bedanya terkadang di telinga yang menurun.

Meskipun pada habitat aslinya di Swiss kambing ini bisa memproduksi susu hingga 5 litter/hari tetapi karena perbedaan cuaca membuatnya turun menjadi 4 litter/hari, akan tetapi produksinya tetap masih menjadi yang tertinggi di kambing perah di Indonesia.

Pakan dan Sistem Pemeliharaan Kambing Saanen

Pakan Kambing Saanen

Dari segi pakan dan segi pemeliharaan baik kambing saanen ataupun kambing PE tidak ada perbedaan. Adapun pemberian pakan biasanya diberikan rumput odot dengan jenis legum kaliandra, indigofera dan jenis rumput lainnya.

Rumput odot adalah rumput utama untuk pakan kambing saanen dengan jumlah 7 kg untuk kambing dewasa, 3 kg untuk legum kaliandra dan terakhir adalah konsentrat untuk indukan 1,5 kg bagi yang sedang laktasi. Dimana konsentrat nya terdiri dari Bungkil kelapa, dedak, pollard, bungkil kedelai, jagung dan cgf.

Penggunaan pakan fermentasi dan silase juga baik untuk digunakan dan diberikan kepada kambing ini.

Pemeliharaan Kambing Saanen

Sistem pemeliharaan kambing ini lebih intensif dengan pemantauan saat musim dingin dan hujan dimana kambing ini akan lebih sensitif terkena diare hingga kembung yang mana ini dibutuhkan tindakan cepat untuk segera ditangani. Penggunaan kandang koloni hingga kandang dengan sekatan satu ekor diperlukan untuk memudahkan dalam mengambil susunya.

Kandang untuk anakan, indukan dan masa bunting sebaiknya di bedakan, hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi kambing dan mengoptimalkan perkembangannya. Mengingat dimana kidding interval atau masa selang beranak lebih cepat dari peranakan etawa. Masa kosong saanen juga lebih cepat berkisar di 136 hari, dimana hubungan masa kosong ini berhubungan dengan masa laktasi dan jumlah produksi susunya,

Bagi yang ingin beternak dan membudidayakan kambing saanen bisa untuk langsung datang ke BPTU Baturaden atau balai terdekat untuk mendapatkan informasinya. Saanent juga diharapkan dapat meningkatkan dan mencukupi kebutuhan susu dalam negeri yang selama ini masih jauh dari target dan program swa

 

 

 

 

Leave a Reply