Cara Membuat Silase

Pakan adalah sebuah kebutuhan penting dalam beternak, baik ternak besar maupun kecil, baik unggas maupun ruminansia. Pakan haruslah selalu diberikan dan tersedia setiap saat, ketiadaan pakan menyebabkan turunnya produktivitas hingga stress pada ternak. Dengan cara membuat silase yang baik bisa untuk mencukupi dan menstok kebutuhan pakan harian ternak.

Tidak hanya silase, teknologi dan inovasi lainnya dalam mencukupi dan mensuplay ketersediaan pakannya setiap saat bisa juga dengan teknologi fermentasi yang telah di bahas di postingan sebelumnya.

Pengertian Silase

Cara Membuat Silase

Silase adalah limbah pertanian, berbagai jenis hijauan pakan ternak yang kemudian di satukan dengan tujuan di awetkan dengan kondisi anaerob di wadah yang biasa disebut sebagai silo. Yang dimana silo sendiri menurut Kamus Besar Bahas Indonesia memiliki arti tempat penyimpanan dalam hal ini hasil pertanian yang kategori jumlahnya termasuk ke golongan besar yang dimana tempatnya sendiri dibuat dari kayu ataupun logam seperti besi dan seng yang mempunyai bentuk khusus.

Silase bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan ternak terutama di saat memasuki musim kemarau terkhusus di pulau Jawa, dimana saat musim ini banyak hijauan yang tidak tumbuh sebanyak musim hujan ditambah banyak peternak konvensional yang masih bergantung dari alam contohnya dengan mengarit rumput atau hijau yang tumbuh liar.

Perbedaan Silase dan Fermentasi

Perbedaan Silase dan Fermentasi

Meskipun sama-sama membutuhkan kondisi anerob, silase dan fermentasi adalah dua hal yang berbeda walaupun sama-sama memiliki perlakuan fermentasi dalam cara pembuatannya tetapi fermentasi saat pembuatan silase adalah fermentasi pasif.

Beberapa Perbedaan Silase dan Fermentasi

  1. Tujuan pembuatan silase dan fermentasi berbeda.
  2. Silase menggunakan fermentasi pasif.
  3. Dalam proses pembuatannya juga berbeda.
  4. Hasil akhir berbeda.

Fermentasi Pasif dan Fermentasi Aktif

Dimana silase yang memakai fermentasi pasif  disini memiliki pengertian bahwa mikroba yang digunakan tidak didapatkan atau berasal dari luar tetapi di dapatkan dari bahan pakan berupa jenis-jenis hijauan yang di pakai nantinya. Hal ini berbeda dengan fermentasi aktif yang dikenal masyarakat adalah fermentasi pada umumnya yang memakai dan menambahkan mikroba dari luar, seperti em4.

Kualitas Pakan Silase dan Fermentasi

Pada bahan pakan seperti hijauan yang dilakukan proses silase kandungan nutrisi didalamnya tidak berubah seperti tidak adanya peningkatan protein, karbohidrat dan kandungan lainnya, sedangkan fermentasi yang fermentasinya aktif ada penambahan dan peningkatan nutrisi menjadi lebih baik di dalam pakannya.

Waktu dan Lama Cara Membuat Silase dan Fermentasi

Untuk dapat di gunakan dari terakhir kali di buat keduanya memiliki waktu yang berbeda sampai untuk bisa di gunakan dan di manfaatkan, Silase sendiri membutuhkan waktu yang lebih cepat dibanding fermentasi. Untuk beberapa bahan hijauan tertentu proses silase bisa langsng di berikn ke ternak dengan minimal 7 hari. Sedangkan fermentasi membutuhkan waktu yang lebih lama.

Kelebihan Dan Kekurangan Silase

Kelebihan Silase

  1. Bahan pakan yang di buat dengan benar selama masih belum di buka dan terkena udara atau masih dalam kondisi anerob maka bisa bertahan sampai 3 tahun lamanya.
  2. Bisa menghemat tenaga kerja dalam mencari pakan.
  3. Bisa mencukupi kebutuhan pakan bahkan disaat musim kering.
  4. Saat panen berlangsung, limbah pertanian bisa dimanfaatkan semuanya dan tidak terbuang.
  5. Tidak mengurangi kandungan dan nutrisi bahan pakan hijuan.

Kekurangan Silase

  1. Jika wadah silase sudah di buka harus diberikan secepatnya  maksimal 3 hari, karena rawan akan jamur dan akibat buruk bagi ternak.
  2. Tidak adanya peningkatan nutrisi dan kandungan dalam proses silase.
  3. Jika wadah tidak kuat dan mudah sobek maka silase rawan gagal dan tidak berumur panjang.

Cara Membuat Silase

Cara Membuat Silase

Hal-Hal Yang Perlu Di Perhatikan

Dalam pembuatan silase yang utama adalah menjaga agar bahan-bahan penyusunnya seperti hijauan untuk terhindar dari sinar matahari langsung, ketika baru diambil dari pohonnya atau tempat penanamannya langsung di simpan di tempat yang aman. Hal ini bertujuan agar bakteri yang nantinya membantu proses fermentasi pasif ini tidak mati oleh cahaya matahari.

Catatan kedua sebelum pembuatan silase dimana bahan hijauan yang akan di beri perlakuan haruslah memiliki kadar air di 25-30%. Untuk menghitung kadar air di dalamnya apakah sudah sesuai standart atau masih belum bisa dengan

  • Menggemgam erat hijauan lalu melepaskannya jika ditangan masih ada pertinggal air dan terasa basah seperti lengket berarti kadar air masih diangka 50% lebih.
  • Hijauan yang kadar airnya 25-30% terlihat kering, layu.

Setelah hijauan di ambil ada dua alternatif yang bisa dilakukan, apakah akan langsung di chopper atau dipotong kecil-kecil dan di layukan selama beberapa 3-4 jam di tempat yang terhindar dari matahari langsung atau bisa di layukan terlebih dahulu baru kemudian di chopper atau di cacah.

Tahapan Cara Membuat Silase

Proses Cara Membuat Silase

  1. Setelah bahan penyusun di keringkan dan di copper atau di potong kecil-kecil.
  2. Larutkan molases atau tetes tebu kedalam air dengan perbandingan 1:2.
  3. Persiapkan silonya, disini sebaiknya menggunakan drum besi atau drum plastik agar tidak bocor dan rawan koyak seperti plastik, dengan menggunakan plastik tingkat keberhasilan hanya berkisar di 30-50 % dan pastikan tidak ada karat di dalam drum besinya.
  4. Campurkan campuran tetes tebu dengan air tadi dengan memercikkannya ke bahan pakan lalu diratakan, tidak harus sampai basah dan kena semua bahannya.
  5. Setelah selesai, masukkan kedalam silo dan padatkan dan tutup plastik kemudian tutup lagi dengan penutup bawaannya. Bisa dengan diinjak-injak untuk pemadatannya yang bisa meningkatkan volume dan bahan yang bisa disimpan.

Silase yang berhasil akan mengalami perubahan pada aroma dan warna. Dimana aromanya seperti tape dengan harum dan masam serta warnanya berubah menjadi lebih kuning tua lalu teskturnya lebih baik.

Cara Membuat Silase Jerami Padi Dan Silase Rumput Odot

Untuk cara membuat silase pada jerami padi dan rumput odot proses pembuatannya tidak ada perubahan seperti yang telah dijelaskan di atas hanya saja disini yang berbeda adalah bahan penyusunnya yang di ganti dengan jerami padi dan rumput odot. Bagi yang bigung dengan rumput odot, rumput odot merupakan rumput gajah yang memiliki ukuran lebih kecil dari jenis lainnya serta memiliki kandungan dan nutrisi yang tinggi sehingga lebih cocok untuk di jadikan hijauan penyusun silase.

Leave a Reply