Kambing Sapera Persilangan Saanen

Kambing sapera adalah kambing hasil silang dari jantan kambing saanen dan betina dari kambing PE baik kaligesing ataupun PE ataupun senduro. Jantan dari saanen haruslah jantan murni yang tentunya memiliki genetik baik atau full blod yang asli saanen. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan hasil yang mirip dengan indukannya dan mewarisi sifat unggulnya.

kambing sapera

Kambing yang masuk di kategori kambing perah adalah kambing yang bisa memproduksi susu sekaligus menghasilkan susu yang dibutuhkan untuk anak-anaknya yang lahir sehingga hasilnya bisa dikonsumsi dan di olah serta di jadikan komoditas dibidang susu. Kambing ini adalah tipe yang cocok di budidayakan di tempat atau dataran tinggi dan sedang dengan suhu lingkungan yang dominan dingin.

Hal ini sama seperti ternak perah kebanyakan seperti sapi perah dan kambing perah lainnya yang cocok di ternakkan di dataran tinggi.

Persilangan Kambing Sapera

Kambing sapera memiliki beberapa kali perkawinan silang agar mendapatkan genetik yang hampir mirip dengan saanen yang juga memiliki keunggulan dari kambing lokal seperti daya tahan tubuh terhadap lingkungan dan daya tahan penyakit yang lebih baik. Karena induk pejantannya adalah asli swiss yang dimana tempatnya termasuk dataran tinggi yang memiliki suhu dingin.

F1 Kambing Saanen Silangan Sapera

Ini adalah persilangan pertama yang dilakukan dengan 50%:50%, dimana jantan dan betinanya masih memiliki separuh dari hasil genetik anak yang keluar yang nantinya dimiliki anakan. Yang dimana anakan hasil f1 ini juga sudah unggul dari sang betina PE nya dengan hasil susu yang dihasilkan lebih tinggi.

F2,F3 dan F4 Kambing Saanen Silangan Sapera

Di f2 ini hasil dari f1 yang betina yaitu sapera kemudian dikawinkan lagi dengan jantan saanen yang full blod atau jantan aslinya. Berikutnya lahir lahir anaknya yang betina kembali dengan jantan saanen aslinya lahirnya f3, begitu terus hingga sampai f4.

Dimana nantinya f4 yang sudah mendekati kemurnian dari pejantan Full blodnya hingga kestabilan terhdapat genetik dari kambing sapera dengan daya adaptasi yang baik. Pada F3 kambing sapera sampai usia 9 bulan masih bisa diperah asal tidak dikawinkan, yang dimana ini berbeda jauh dengan kambing PE yang hanya bisa sampai 4-5 bulan saja waktu pemerahannya.

Ciri-Ciri Kambing Sapera

kambing sapera

Untuk ciri-ciri dari kambing sapera hasil silangan pertamanya masih dapat ditemukan tanda-tanda dari kedua indukannya seperti, telinga yang sekarang sudah panjang dan turun kebawah khas PE, dan tanda di bawah sebelum leher khas Saanen dengan tanduknya.

Ciri lainnya fisik menjadi lebih kecil dengan waktu perah lebih lama dan produksi lebih banyak, jika dikaawinkan dengan senduro kambing sapera memiliki warna bulu yang lebih putih. Pada hasil silangan F2 telingan sudah mulai bisa tegak, hingga tanda 2 di bawah dekat leher terlihat lebih kecil.

Untuk jenis F3 kambing ini telinganya sudah lebih kaku dan bisa ke atas, bentuk kepala sudah berbentuk segitiga dan bentuk badan sudah lebih kecil, dan yang terakhir pada f4 sudah hampir mendekati jenis aslinya dimana telinga sudah tegak, pejantannya memiliki janggut dan badan lebih kecil dengan kelebihan yang mempunyai adaptasi lebih baik.

Ciri Fisik Kambing Sapera

  1. Muka datar dengan membentuk segitiga dan tanpa ada tonjolan.
  2. Warna bulu dominan putih dan tipe lainnya berwarna kream.
  3. Telinga sesuai dengan kemurnian persilangan, semakin mendekati saanen maka telinga akan semakin tegak.
  4. Bentuk badan lebih kecil.
  5. Tinggi badan antara 65-75 cm.

Produksi Susu Kambing Sapera

Kambing yang memiliki nama lain kambing PESA ini, mulai mengalami pubertas ketika usia kambing memasuki 7-10 bulan dengan bobot badan standartnya di kisaran 23-24 kg/ekor. Dimana kambing ini bisa beranak setiap 8 bulannya, meskipun jika tidak dikawinkan akan bisa memproduksi susu hingga 9-10 bulan. Pada peternak umum produksi susu kambing sapera mencapai 1-2 litter/ekornya.

Kandungan Nutrisi Susu Kambing Sapera

Adapun kandungan yang terdapat pada setiap susunya antara lain :

  1. Lemak 4,2%
  2. Karbohidrat 4,5%
  3. Kolesterol 17 mg.
  4. Protein 3,6%.
  5. Kalori 69 kal.
  6. Vitamin A 185 mg.
  7. Vitamin C 1,29 mg.
  8. Fosfor 111 mg.
  9. Magnesium 16 mg.
  10. Kalsium 134 mg.

Sumber Litbang Kementrian Pertanian Indonesia

 

Leave a Reply