Ayam Hutan Hijau

Ayam hutan hijau dewasa kini banyak di domestikasi atau dijinakkan dan salah satu hasil persilangannya adalah ayam bekisar yang juga salah satu ayam dengan karakteristik uniknya hasil silang dengan ayam kampung.

Setelah sebelumnya membahas tentang ayam hutan merah, kini masih sama-sama ayam liar tetapi dengan karakteristik bulunya yang berwarna hijau, dengan inilah maka orang-orang memanggilnya ayam hutan hijau.

Keberadaan Ayam Hutan Hijau

Kalau dilihat dari silsilahnya ayam ini ternyata masih satu keluarga dengan puyuh, bahkan merak. Habitat aslinya adalah hutan dengan ketinggian dari atas laut sampai 2,4 km masih bisa di jumpai dan tersebar ke beberapa pulau di Indonesia.

Sayangnya ni, karena hutan kita sedikit demi sedikit di tebang dan dijadikan alih lahan mengakibatkan banyak hewan yang hidup dan berkembang dihutan mulai kehilangan rumah dan makanannya hingga rawan punah, alias hanya tinggal nama. Tidak sampai disitu, perburuan oleh manusia dengan tujuan tertentu juga makin menambah daftar panjang turunnya jumlah populasi asli di habitatnya.

Ayam Hutan Hijau Jantan dan Betina

ayam hutan hijau

Kebalikan dari ayam hutan merah, postur tubuh ayam hutan hijau lebih besar dengan dan panjang, untuk jantannya bisa memiliki panjang badan 60 cm dan betina selisih 18 cm, yakni berkisar di 42 cm pada saat ayam dewasa.

Ciri Fisik Betina dan Jantan

Dan tentunya ciri yang khasnya adalah warnanya  hijau yang menonjol dengan paduan warna hitam. Jenggernya berwarna keungu-unguan tanpa adanya lekukan seperti gergaji, warna hijau lainnya dapat ditemukan di sekitaran tengkuk dan mantelnya yang berkilau jika dilihat.

Tepat sebelum ekornya terdapat warna seperti keemasan dengan bagian bawah ayam ini memiliki warna hitam. Sedangkan betina warnya lebih cenderung kekuning-kuningan dengan garis-garis dan bintik-bintik berwarna hitam.

Ayam ini ditemukan berhabitat sampai 3.000 mdpl di beberapa wilayah di Jabar dan Jatim. Sedangkan beberapa wilayah ditemukannya ayam ini terdapat di Pulau Jawa, Pulau Bali dan Pulau Nusa Tenggara. Daerah favoritnya tentu saja adalah hutan dan padang rumput.

Makanan Ayam Hutan Hijau

Jika pada habibat alaminya ayam ini mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh alam seperti jenis biji-bijian, rerumputan, seranga-serangga berukuran kecil, buah atau biji-bijian kecil serta hewan-hewan berukuran kecil lainnya. Dari karena nutrisi yang masuk tidak diperhatikan perkembangan ayam hijau tidak optimal, terutama untuk masa bertelur dan produksinya.

Untuk ayam yang didomestikasai atau dijinakkan untuk di budidayakan sebaiknya tidak langsung memberikan pakan jadi karena bisa berakibat stress yang menggangu pertumbuhannya,tetapi bisa memberikan dengan pencampuran 60:40 terlebih dahulu dimana 60% adalah pakan alami seperti biji-bijian atau serangga dan 40% nya pakan jadi, berikutnya dikurangi hingga menjadi full pakan jadi.

Anakan Ayam Hutan Hijau

ayam hutan hijau

Frekuensi Anakan yang lahir dari habitat aslinya terbilang rendah, banyak faktor yng menyebabkannya diantara :

  1. Seringkali telur yang di keluarkan oleh betina adalah telur infertil, hal ini dikarenakan pakan yang di konsumsi dan sistem hidup mereka yang masih liar hingga semakin sedikitnya populasi mereka.
  2. Ayam hutan hijau hanya bertelur 40 butir/musimnya, itu juga terkadang ditemukan telur yang kecil-kecil.

Pada masa anakan bulu hijau dan bulu warna lainnya belum tampak, kita hanya akan melihat bulu dasarnya yakni berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik hitam pada tubuhnya.Untuk anakan jika dibandingkan dengan ayam bekisar, terlihat mirip dan sedikit perbedaannya.

Ciri lainnya adalah di tengah kepala lalu mata yang menyambung hingga telinga terdapat warna hitam kecoklatan yang cukup panjang. Pada anakan jantan bulu ekornya akan tumbuh sepanjang 4 cm.

Harga Ayam Hutan Hijau

Ada beberapa alternatif ketika inign membeli ayam ini, yakni bisa dengan membeli online atau bisa dengan membeli dari tempat terdekat yang sudah mempunyai histori baik di pembeli dan kualitas anakan ataupun ayamnya bagus.

Untuk harga sendiri, dibagi menjadi tiga, yaitu anakan, dewasa dan bibit. Dimana yang paling murah adalah dengan membeli anakannya.

  • Untuk anakannya sendiri di online berkisar Rp. 200.000-Rp. 250.000.
  • Ayam hutan hijau jantan dewasa dijual berkisar Rp. 2.000.000 sampai dengan Rp. 3.000.000.

Tentunya ini belum termasuk ongkos kirim, sekedar untuk saran dalam membeli online, belilah dengan jarak yang tidak jauh, dan kalau bisa dilakukan dengan cod atau bertemu langsung untuk melihat terlebih dahulu fisik ayam terutama yang dewasa.

Leave a Reply